Wednesday, December 14, 2016

Simple Living: Minimalist Christmas Decor

Tahun ini saya agak terlambat menghias rumah untuk menyambut Natal. Telat menurut saya yaaaa….. Buat sebagian orang, memasang pohon Natal sebelum bulan Desember dianggap lebay. Tapi kalau pemikiran saya, semakin lama menikmati keindahan hiasan Natal yang dipasang dengan susah payah dengan penuh cinta (lebay memang), semakin bagus! Jadilah biasanya saya sudah mulai gerecokin Hubby buat memasang pohon Natal sementara saya bersibuk ria menghias rumah sejak pertengahan atau paling lambat akhir November.

Tahun ini, karena weekend kami kebetulan banyak sekali kegiatan, dan Hubby selama bulan November ngelembur mulu jadi saya gak tega gangguin acara istirahat dia buat angkut2 barang dari gudang, acara pasang pohon Natal jadi ngaret. Tapi rasanya senaaaaaaang banget setelah melihat daya upaya saya menghadirkan suasana Natal ala kadarnya di rumah tanpa pohon Natal, akhirnya suatu malam, setelah pulang dari mencari nafkah di dunia luar yang kejam, Hubby pun melihat berkeliling mengagumi hasil jerih payah saya kemudian berkata, "Sabtu ini aku bangun pagi deh, biar bisa masang pohon Natal." Horeeeee!!!


Saya paling anti tuh sama Natal yang kelewat komersial. Apalagi yang tiap tahun harus beli hiasan baru! Buat saya (yang katanya pelit ini), yang penting adalah semangat Natalnya. Jadi tiap tahun saya menghias rumah dengan apa yang saya punya saja. Kalau ada yang rusak, baru deh menambah perbendaharaan perlengkapan Natal kami.
 
Misalnya pojok ruangan ini, yang sepanjang tahun memang menjadi semacam cornerpiece yang eyecatching, tiap musim berganti-ganti sesuai dengan tema dan mood saat itu. Saya cukup menumpuk kardus2 bekas untuk menciptakan elevasi yang berbeda-beda, menggelar kain warna emas yang terbuat dari salah satu clubbing dress saya waktu muda dulu (uhuk) yang sudah tidak dipakai lagi.


Tahu sendiri kan betapa imut dan ngegemesin koleksi dekorasi Natal yang dijual di Ace Hardware setiap tahun menjelang Natal? Niat hati pingin ngeborong semuanya, tapi niat kantong melarang. Tenaaaaang…. Bisa diakalin kok! Waktu yang paling tepat untuk belanja barang-barang lucu itu adalah…. bulan Januari! Kenapa? Karena pada saat itu Ace Hardware akan berusaha ‘menghabiskan’ Christmas inventory mereka untuk membuat space buat merchandise baru bertemakan Imlek atau Valentine. Semua piring, mangkok, dan cangkir lucu yang Anda lihat di post ini dibeli dengan 70% diskon pada bulan Januari beberapa tahun yang lalu. Kalau bisa murah, kenapa harus bayar mahal?
 
 
 
Hiasan pohon Natal pun sederhana apa adanya. Beberapa tahun lalu kami membeli rumbai-rumbai dan segulung pita warna emas. Itu masih kami pakai sekarang. Buat ornamen pohon Natal gimana? Kami tidak rewel. Segala macam hiasan bernuansa Natal yang saya dapat dari berkas parsel Natal di kantor, - yup, maksudnya hiasan keranjang parsel - biasanya lantas dijarah sama emak-emak di kantor, termasuk saya. Naaaaah... itu yang saya pakai buat hiasan Natal seperti foto-foto ini.



Kami tidak membeli apa-apa untuk merayakan Natal tahun ini. Kami cukup puas dengan segala macam benda-benda cantik yang sudah kami miliki. Itu saja sudah cukup dan berkelimpahan, setidaknya bagi kami yaaa… Lagipula, inti dari perayaan Natal bukanlah Christmas shopping toh…