Wednesday, November 2, 2016

A Simple Gal's Journal: Michael's First Halloween!

In the past week or so…

I am thankful for…

Kemarin Hubby pulang kerja malam-malam. Tahu kaki saya pegel abis kelas yoga, doi langsung membaptis dirinya sendiri jadi sinshe dan memijat refleksi kaki saya. Waaaaaah…. Suami pulang malem bukannya dipijitin malah minta dipijitin! Istri macam apa! Jawabannya: istri manja, hihihihihi…


Masih belum cukup, karena keenakan dipijit, saya merayu supaya sekalian dipijitin punggung sekalian. Bwahahahaha! Dibaikin malah ngelunjak! Jadilah Hubby yang malang akhirnya kudu mijit seluruh badan. Terima kasih, Hubby! Itu namanya suami baeeeeeek, suami sayaaaaang….


I went to this cool event…

Halloween at school! Sekolah siapa? Ya sekolah anak lah! Masa sekolah emaknya! Saya Katolik, jadi kami menarik batas tidak memakai kostum hantu-hantuan buat anak kami macam vampir atau setan. Michael memakai celana hijau tentara dan baju loreng tentara yang kebetulan dia sudah punya. Lalu pakai topi ‘helm’ yang diksaih seorang teman kantor, plus menenteng mainan bedil-bedilan. Jadilah little soldier!
 
Hubby dan saya sama-sama ijin dari kantor untuk menghadiri acara Halloween ini, karena akan ada fashion show dan kami berdua sama-sama kepingin nonton anak kami walk down the catwalk. Eaaaaaaaa…..



Tadinya saya sudah mau ngomel aja Hubby bawa-bawa kamera DSLR segala. Kan berat! Tapi untung doi kerajinan nenteng kamera yang berat itu, karena foto-foto hasil kamera bagus tentunya beda dengan hasil jepretan asal jadi dari kamera HP! Saya yakin mami-mami yang anaknya ikut kejepret kamera Hubby juga senang waktu saya share foto anaknya di group WA emak-emak. Nih salah satu fotonya. Imut-imut yah! Kamera Hubby menangkap dengan sangat indah cerita dan warna-warninya dunia anak-anak.
 
I watched…

Poltergeist!

Saya gak hobi nonton, tapi jadi sering nonton bioskop sejak jalan bareng Hubby. Soalnya doi tuh yaaaa, hobiiii banget nonton. Untungnya pergi nonton tidak terlalu masalah karena ada mal deket rumah yang ada bioskopnya, dan gak terlalu rame lagi! Jadi gak ilfil kalau nonton di sana, apalagi Jumat malam!

Tapi ini kita bikin movie time di rumah alias nonton DVD dalam rangka Halloween. Karena saya sangat-sangat-amat-teramat penakut, ciken abis deh pokoknya, mau nonton horror dikit gak mau, Hubby akhirnya mengusulkan nonton DVD nya matinee alias siang hari, biar gak gitu serem. Makanya saya mau.

Eeeee… bener juga nonton siang lebih gak serem. Padahal saya inget film Poltergeist dari jaman kanak-kanak, kayaknya dulu serem banget, ini kok biasa ajah! Apakah efek nonton dengan sinar matahari menembus jendela, atau karena sayanya udah ketuaan jadi filmnya terasa kurang horror ya?

I finished reading…

This book. A very nice book, as usual for Maeve Binchy. Tapi saya gak ngerti kenapa Maeve selalu memposisikan karakter wanita yang cantik dan anggun sebagai perempuan licik, culas, dan perebut pacar teman. Sementara karakter pria yang ganteng selalu akhirnya menyeleweng. Memangnya cewek dan cowok yang tampangnya biasa-biasa aja gak bisa jahat dan tidak setia yah?
 

I hung out at…

Our favorite hang out place: Fountain Lounge, Grand Hyatt! Saya sudah jatuh cinta sama tempat yang konvensional bin elegan ini sejak umur masih 18 tahun. Hubby semasa belum ketemu saya hobinya nangkring di Plaza Senayan, tapi sejak merit sama saya, PI-er sejati, doi ketularan hobi ke PI dan nongkrong di Fountain Lounge.

Ho! Jangan salah. Bukan berarti saya hobi shopping di Plaza Indonesia yaaaa… Duit dari mana atuuuuh… Dan sebagai keluarga yang malas menantang macetnya Jakarta, kami biasanya lebih suka jalan ke tempat-tempat dekat rumah saja. Tapi kadang-kadang kan bosen juga yah ke tempat itu lagi itu lagi. Well, biarpun kalau mau jujur Fountain Lounge juga itu lagi itu lagi sih. Hahaha! Kami ke sini setidak nya berapa bulan sekali, karena memang agak jauh dari rumah. Buat kami, jauh itu definisinya lebih dari 15 menit nyetir, wakakakaka…

Saya janji sama Michael, anak saya, bahwa kalau dia sudah lebih besar dan sudah lancar makan sendiri tanpa berceceran di lantai, kami akan mengajak dia makan di Grand Café di Grand Hyatt. Kalau sekarang sih bisa makan sendiri, tapi berantakan bo! Namanya juga balita umur tiga tahun! Dia bisa makan sendiri saja kami sudah bersyukur kok. Nanti aja kalau dia sudah masuk SD.



 

No comments:

Post a Comment